Candi Prambanan Yogyakarta

Posted by on Mar 23, 2011

Candi Prambanan YogyakartaCandi Prambanan termasuk dalam salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO dan merupakan Candi Hindu terbesar di Indonesia, bahkan terbesar di Asia Tenggara. Candi ini terletak di Jl. Solo Km 16, Desa Prambanan, Propinsi Yogyakarta, Indonesia.

Candi Prambanan di bangun sekitar tahun 850 Masehi pada abad ke-9 oleh Dinasti Sanjaya, pada masa masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Candi ini di bangun sebagai tandingan untuk Dinasti Syailendra yang membangun Candi Borobudur dan Candi Sewu di daerah tersebut. Para sejarawan menyatakan bahwa pembangunan Prambanan mungkin dimaksudkan untuk menandai kembalinya Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu setelah hampir satu abad jatuh di bawah dominasi Dinasti Syailendra yang beragama Buddha di Jawa Tengah, sedangkan nama Prambanan berasal dari nama desa dimana candi itu berdiri.

Model Candi PrambananKompleks Candi Prambanan terdiri dari tiga zona, yaitu zona luar, zona tengah, dan zona utama. Zona luar merupakan ruangan terbuka yang besar, ditandai dengan dinding empat persegi panjang (hancur). Fungsi asli dari zona ini tidak diketahui, kemungkinan merupakan taman suci dengan bangunan penunjang candi dibuat dari bahan organik. Zona Tengah terdiri dari ratusan candi kecil dan zona utama terdiri dari delapan candi utama dan delapan pura kecil.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama yang terletak di halaman utama, yaitu Candi Wisnu (pemelihara), Brahma (pencipta), dan Siwa (penghancur). Ketiga candi tersebut merupakan lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu dengan posisi candi menghadap ke arah timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat dan di dedikasikan sebagai kendaraan (wahana) untuk masing-masing dewa. Banteng Nandi untuk Siwa, Angsa suci Hamsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Relief Candi Prambanan YogyakartaCandi Siwa terletak di terletak di antara Candi Brahma dan Candi Wisnu dengan ketinggian 47 meter dan lebar 34 meter. Candi Siwa dikelilingi relief-relief yang terpahat di dinding dan menyambung ke Candi Brahma, menceritakan kisah Ramayana. Untuk mengikuti cerita yang sesuai, pengunjung harus masuk dari sisi sebelah timur dan mulai melakukan pradakshina atau keliling searah jarum jam. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Candi Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

Candi Siwa memilik empat buah ruangan, satu ruangan utama berisi arca Siwa, sedangkan 3 ruangan lainnya masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda candi prambanan.

Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, hanya memiliki satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, hanya memiliki satu ruangan berisi arca Brahma. Candi Brahma dan Candi Wisnu memiliki ukuran 20 meter dan lebar 33 meter.

Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit’ atau ‘bersinar’, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).

Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.

Arsitektur Candi PrambananArsitektur Candi Prambanan mengikuti arsitektur Hindu berdasarkan tradisi Vastu Shastra. Desain candi memasukkan mandala dalam pengaturan candi dan juga menara khas candi Hindu yang menjulang tinggi. Candi Prambanan awalnya bernama Shivagrha dan didedikasikan untuk dewa Siwa. Candi Prambanan ini dirancang untuk meniru Meru, gunung suci tempat tinggal para dewa Hindu, dan rumah Siwa. Seluruh kompleks Candi merupakan model alam semesta menurut kosmologi Hindu dan lapisan-lapisan Loka .

Sama seperti Candi Borobudur , Candi Prambanan juga mengenal hirarki zona candi, membentang dari kurang suci ke alam suci. Setiap konsep Hindu dan Budha ini memiliki cara mereka sendiri, tapi konsep utamanya serupa. Baik itu rencana ruangan tertutup (horizontal) atau struktur candi (vertikal) yang terdiri dari tiga zona :

  • Bhurloka (dalam Buddhisme: Kamadhatu ), alam terendah dari manusia biasa, manusia, hewan juga setan. Dimana manusia masih diikat oleh keinginan, nafsu dan cara hidup yang tidak suci. Halaman luar dan kaki (dasar) masing-masing bagian dari candi yang melambangkan dunia bhurloka.
  • Bhuvarloka (dalam Buddhisme: Rupadhatu ), alam tengah orang suci, Resi , pertapa, dan dewa-dewa yang lebih rendah. Orang di sini mulai melihat cahaya kebenaran. Halaman tengah dan tubuh setiap candi dilambangkan dunia bhuvarloka.
  • Svarloka (dalam Buddhisme: Arupadhatu ), alam suci tertinggi dewa, juga dikenal sebagai svargaloka . Halaman bagian dalam dan atap candi melambangkan dunia svarloka . Atap candi Prambanan dihiasi dan dimahkotai dengan Ratna ( sansekerta : permata). Dalam arsitektur candi Jawa kuno, Ratna dalam Hindu setara dengan stupa dalam Buddha, dan terletak sebagai puncak candi tersebut.

Peta Candi PrambananSelama restorasi, sumur yang berisi pripih (peti batu) ditemukan di bawah pusat candi Siwa. Candi utama memiliki kedalaman sumur 5,75 m di mana peti mati batu ditemukan di atas tumpukan arang, tanah dan sisa-sisa tulang hewan yang dibakar. Lembar daun emas dengan tulisan Baruna (dewa laut) dan Parvata (dewa gunung) juga ditemukan di sini. Peti mati batu berisi lembaran tembaga dicampur dengan arang, abu dan bumi, 20 koin, perhiasan , kaca, potongan emas dan perak daun , kerang dan 12 daun emas (5 di antaranya dalam bentuk kura-kura, ular Naga, padma , altar dan telur).

Harga Tiket Candi Prambanan
Wisatawan Lokal
Senin – Jumat Rp 15.000 (dewasa) dan Rp 10.000 (anak-anak dan pelajar)
Sabtu, Minggu dan libur nasional Rp 17.500 (dewasa) dan 11.000 (anak-anak dan pelajar)

Wisatawan Asing
USD $ 13 (dewasa) dan USD $ 7 (anak-anak)
Buka : 06.00 – 17.00

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Prambanan

http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/prambanan/

images.google.com

Tour :Prambanan,Candi Prambanan,Harga Tiket Prambanan,relief candi prambanan,Candi Hindu Terbesar,Candi Siwa,Candi,Gambar Candi Prambanan,Candi Prambanan Yogyakarta

Posted in Tour || 2 Comments »

Tempat Paling Menakjuban di Indonesia

Posted by on Jun 8, 2010

Baturaden
Obyek Wisata Baturaden di Gunung SlametObyek Wisata Baturaden terletak di kaki Gunung Slamet yang merupakan sebuah gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Karena terletak di kaki gunung, Baturaden memiliki udara yang sejuk dan panorama alam yang indah.
Lokasi Baturaden berjarak sekitar 15 km dari kota Purwokero, Jawa Tengah dan memiliki cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung.

Untuk menuju ke obyek misata Baturaden ini cukup mudah dan terdapat hotel dan aneka penginapan yang memadai. Di samping, bagi pecinta alam terbuka disediakan camping ground yang nyaman dan aman. Dan tanpa perlu khawatir akan kesulitan memperoleh makanan, karena di area ini cukup banyak pedagang yang menjajakan sate kelinci.

Candi Borobudur
Candi BorobudurCandi Borobudur merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia. Candi ini dibangun oleh Samaratungga, raja dari dinasti Syailendra yang memerintah di Jawa Tengah sekitar tahun 800 Masehi dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga.

Candi Borobudur memiliki arti “biara di perbukitan”, yang berasal dari kata “bara” (candi atau biara) dan “beduhur” (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha dan Candi Borobudur ini merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang ada dan terletak di desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Pulau Komodo
Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). DiPulau Komodo terdapat kadal terbesar di dunia, yaitu biawak Komodo (Varanus komodoensis).

Komodo dipercaya sebagai sisa binatang purba Dinosaurus yang masih hidup. panjang komodo dapat mencapai 3 meter dengan berat bisa mencapai 140 kg. Pada peariran di pulau Komodo juga terdapat perairan yang termasuk keajaiban dunia bawah air. Dasar laut perairan Komodo adalah yang terbaik di dunia, di permukaan laut menyembulnya daratan-daratan kering yang berbukit karang. Sangat pantas pulau Komodo dimasukan dalam daftar keajaiban di Indonesia.

Danau Tiga Warna Kelimutu
Danau tiga warna Kelimutu oleh dunia disebut sebagai salah satu dari sembilan keajaiban dunia. Danau tiga warna ini terletak di Gunung Kelimutu, Flores,NTT. Di sana ada tiga danau yang berdekatan namun dengan warna-warna yang berbeda. Danau kawah tersebut adalah Tiwu Ata Polo (danau merah), Tiwu Nua Muri Kooh Fai (danau hijau) dan Tiwu Ata Mbupu (danau biru). Danau Kelimutu merupakan satu-satunya danau di dunia yang airnya dapat berubah setiap saat, dari merah menjadi hijau tua dan kemudian merah hati, hijau tua menjadi hijau muda, coklat kehitaman menjadi biru langit. Fenomena alam ini merupakan keajaiban.

Puncak Jayawijaya dan Carstenz
Puncak yang juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak benua (Seven Summit) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran pendaki gunung di berbagai belahan dunia. Puncak Jayawijaya terletak di Taman Nasional Laurentz, Papua.

Puncak ini diselimuti oleh salju abadi. Salju abadi di Puncak Jayawijaya merupakan satu dari tiga padang salju di daerah tropis yang terdapat di dunia.
Di negeri kita yang dilalui garis khatulistiwa ini, menyaksikan adanya salju di Indonesia tentunya sesuatu yang mustahil untuk bisa dimengerti. Carstenz Pyramid (4884 mdpl) adalah salah satu puncak yang bersalju tersebut. Puncak tertinggi di Asia Tenggara dan Pasifik ini terletak di rangkaian Pegunungan Sudirman. Puncak ini terkenal tidak hanya karena tingginya, tetapi juga karena terdapat lapisan salju di puncaknya.

Candi Prambanan
Candi Prambanan merupakan sebuah bangunan yang luar biasa cantik, yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Pulau Bali
Pulau ini termasuk salah satu pulau terindah di Dunia. Pulau Bali merupakan salah satu pulau wisata terbaik di dunia. Obyek-obyek wisata di pulau Bali seperti Kintamani, Pantai Kuta, Danau Batur, Goa Gajah, Tampak Siring, Bedugul, Tanah Lot dan sebagainya.

Pulau ini dimasukkan dalam daftar ini karena banyak tempat yang sangat menakjubkan dengan arsitektur bangunan dan keindahan alam di pulau ini yang juga sudah diakui dunia.

Gunung Bromo
Gunung Bromo merupakan salah satu gunung dari lima gunung yangterdapat di komplek Pegunungan Tengger di laut pasir. Daya tarik gunung ini adalah merupakan gunung yang masih aktif.

Obyek wisata Gunung Bromo merupakan salah satu fenomena alam yang sulit ditemukan di tempat lain karena adanya kawah di tengah kawah (creater in the creater) dengan hamparan laut pasir yang mengelilinginya.

Tanah Toraja
Tanah Toraja terletak Sulawesi Selatan. Tanah Toraja sangatlah unik, terutama dalam hal penguburan mayat. Mayat-mayat tidak dikubur, tetapi diletakkan di dalam gua-gua di bukit batu. Mayat-mayat ini ditemani oleh patung-patung yang menggambarkan orang yang meninggal tersebut. Di sini terdapat kuburan di bukit batu.

Salah satu bentuk kuburan adalah kuburan batu yang dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu. Menurut kepercayaan animisme Aluk To Dolo di kalangan orang Tana Toraja, makin tinggi tempat ditaruhnya mayat tersebut makin cepat rohnya bertemu dengan Tuhan atau surga.

Gunung Krakatau
Gunung Krakatau yang letusannya pernah mengguncangkan bumi. Gunung berapi ini pernah meletus pada tanggal 26 Agustus 1883. Letusannya sangat dahsyat dan juga menimbulkan tsunami yang menewaskan sekitar 36.000 jiwa.

Suara letusan gunung Krakatau sampai terdengar di Alice Springs, Australia dan pulau Rodrigues dekat Afrika. Gunung Krakatau berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Bahkan debunya dikatakan sampai ke luar angkasa. Walaupun Krakatau sudah tidak berbahaya seperti dulu lagi (mudah-mudahan) tapi sejarahnya merupakan salah satu keajaiban alam tersendiri.

Danau Toba
Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa Danau Toba dulunya adalah sebuah gunung berapi. Danau ini berada di bekas kawah supervolcano terbesar di dunia.

Gunung Toba diperkirakan meletus pada 73 ribu tahun lalu. Letusan ini tercatat sebagai letusan Gunung api terbesar yang mempengaruhi iklim di seluruh dunia.



Sumber : http://star-moons.blogspot.com/2010/05/tempat-paling-menakjuban-di-indonesia.html

Fenomena Alam :Batu Raden,Prambanan,Toraja,Pula Komodo,Danau Tiga Warna,Tanah Toraja,Danau Kelimutu,Danau Tiga Warna Kelimutu,Puncak Jayawijaya,Salju Abadi,Gunung Bromo