Pulau Komodo

Posted by on Feb 28, 2011

Peta Pulau KomodoPulau Komodo terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, antara propinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo bersama Pulau Rinca, Pulau Padar serta beberapa pulau kecil dengan luas wilayah daratnya seluas 603 km2 dan total wilayahnya seluas 1817 km2.

Secara administratif kawasan ini terletak di dalam wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

KomodoPulau Komodo terkenal dengan habitat asli hewan komodo. Di pulau ini, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik, sehingga pada Agustus 2009, terdapat sekitar 1300 ekor komodo di pulau ini. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Komodo atau “Varanus komodoensis” adalah spesies kadal terbesar didunia yang yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara, Indonesia dan oleh penduduk setempat, komodo kerap disebut Ora.

Taman Nasional KomodoTermasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo memiliki panjang sekitar 2-3 m dengan berat sekitar 70 kg.

Komodo lebih suka tempat yang panas dan kering, dan biasanya tinggal di padang rumput kering terbuka, savana, dan hutan tropis pada ketinggian rendah. Mereka mampu berlari cepat sampai 20 kilometer per jam (12.4 mph), menyelam sampai dengan 4,5 meter (15 kaki), dan mahir memanjat pohon ketika masih muda menggunakan cakar mereka yang kuat.

Komodo termasuk jenis hewan karnivora, meskipun mereka kebanyakan memakan bangkai hewan. Mereka menggunakan penciumannya untuk menemukan hewan mati atau sekarat sampai jarak 9.5 km dan mereka juga dapat merobohkan babi besar dan rusa dengan menggunakan ekornya yang kuat.

Musim kawin hewan komodo terjadi antara bulan Mei dan Agustus, dengan musim bertelur yang pada bulan September (Seekor komodo bisa bertelur 15-30 butir telur). Selama periode ini, jantan berebut betina dan wilayah dengan bergulat satu sama lain menggunakan kaki belakang mereka dengan pecundang yang dirobohkan ke tanah.

Diving KomodoSelain melihat Komodo, di Taman Nasional Komodo kita juga dapat menikmati jenis wisata lainnya seperti diving atau menyelam, snorkeling, memancing dan bersampan.

Berikut beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi antara lain:

1. Loh Liang: merupakan daerah konsesi wisata yang dikelola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, babi hutan, pengamatan burung, bermain kano dll.

Pantai Pink Pulau Komodo2. Pantai Merah: merupakan pantai dangkal yang indah dengan terumbu karang yang menawan. Aktivitas yang biasa dilakukan oleh turis yang berkunjung adalah snorkeling atau mandi matahari.

3. Loh Sebita: Loh Sebita merupakan daerah mangrove dan aktivitas yang cukup menarik untuk dilakukan adalah pengamatan burung serta trekking.

4. Loh Buaya: merupakan daerah konsesi wisata yang dielola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, kerbau, burung, monyet ekor panjang, kuda liar, pengamatan burung, bermain kano, dll.

5. Pulau Kalong: Aktivitas yang dapat dikunjungi antara lain pengamatan koloni kelelawar dalam jumlah yang cukup besar. Pengamatan paling menarik dilakukan pada saat sore hari dimana kelelawar mulai keluar untuk mencari makan.

6. Golo Kode: Dari puncak bukit yang dikenal dengan Golo Kode, pengunjung dapat menyaksikan panorama dan bentang alam yang cukup fantastik karena keterwakilan berbagai tipe ekosistem dapat disaksikan dari tempat ini.

7. Selat Molo: selat yang memiliki arus deras seperti air sungai yang mengalir pada saat pasang.

Terdapat 36 situs penyelaman di dalam kawasan TN. Komodo. Yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara untuk menyelam dan snorkeling yakni: Pulau Tatawa, Pantai Merah, Gililawa Laut, Loh Dasami, Pillar Steen, Batu Bolong dan Taka Makasar.

Pulau KomodoUntuk sampai ke pulau komodo, hanya dapat dilalui jalur laut dengan menggunakan kapal feri dari Labuan Bajo (Flores) atau dari Sape (Sumbawa). Waktu tempuh dari Labuanbajo ke Loh Liang, pos pembelian tiket masuk di Pulau Komodo sekitar empat jam menggunakan perahu kayu motor dengan biaya sewa antara Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta per hari.

Sedangkan dengan speedboat cuma sekitar dua jam, tapi biaya sewanya jauh lebih mahal sekitar Rp 3 Juta. Jika yang dituju Loh Buaya yaitu pos sekaligus pintu masuk di Pulau Rinca, biaya sewanya lebih murah karena dari Labuanbajo jaraknya lebih dekat.

Labuan BajoUntuk mencapai Labuan Bajo, dapat menggunakan kapal pelni KM. Tilongkabila dan KM. Wilis dari pelabuhan Surabaya dengan harga tiket Rp 260 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp 823 ribu untuk kelas dua atau dengan harga Rp 184 ribu dan Rp 578 ribu jika dari pelabuhan Benoa Bali. Sedangkan dengan pesawat udara dapat menggunakan pesawat Lion Air dari Jakarta atau jika dari Bali (Denpasar) dengan Indonesian Air Transport (IAT), Merpati, dan Trigana Air.

Harga tiket masuk Taman Nasional Komodo sebesar US$ 15 untuk turis asing dan Rp 75 ribu untuk turis lokal dengan masa berlaku tiket selama tiga hari.

Sumber:

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/55-keindahan-pulau-komodo

http://en.wikipedia.org/wiki/Komodo_dragon

images.google.com

Tour :Pulau Komodo,Diving Komodo,Varanus komodoensis,Taman Nasional Komodo,Transportasi Pulau Komodo,Harga Tiket Masuk Pulau Komodo,Labuan Bajo,Komodo

Posted in Tour || 1 Comment »