Perangko pertama di dunia, The Penny Black
Posted by on Mar 2, 2012
Perangko atau Prangko (Latin: franco) merupakan secarik kertas bergambar yang di tempelkan pada sepucuk surat, kartu pos atau benda lainnya, sebagai bukti telah melakukan pembayaran untuk jasa layanan pos.
Prangko pertama di dunia merupakan hasil gagasan Sir Rowland Hill yang diterbitkan di Inggris pada tanggal 6 Mei 1840. Oleh karena itu sampai sekarang Britania Raya mendapat perlakuan khusus. Negara ini adalah satu-satunya negara yang tidak perlu mencantumkan nama negara di atas prangko.
Prangko pertama di dunia memiliki julukan “The Penny Black” karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Memuat gambar kepala Ratu Victoria.
- Dicetak dalam warna hitam.
- Memuat kata postage pada bagian atasnya.
- Memuat kata-kata one penny pada bagian bawahnya.
Sejarah Perangko
Gagasan penerbitan prangko tersebut didapatkan Rowland Hill ketika melihat seorang gadis yang menolak membayar biaya pengiriman surat dengan alasan tidak punya uang. Sir Rowland mendekati gadis tersebut dan bertanya mengapa ia menolak menerima surat tersebut. Jawaban gadis itu ternyata mengejutkan. Surat yang datang dari kekasihnya itu memuat beberapa tanda/kode yang hanya diketahui oleh mereka berdua. Tanpa harus membuka surat itu pun gadis tersebut telah tahu apa sebenarnya maksud/isi surat. Jadi, buat apa ia harus susah-susah membayar ongkos kirim surat. Hal ini membuat Sir Rowland gusar, karena bila hal tersebut sering terjadi, alangkah ruginya dinas pos dan juga bagaimana nasib karyawan yang bekerja didalamnya. Selain kasus tersebut, yang membuat Sir Rowland juga memikirkan prangko adalah ketika Sir Rowland menekuni bidang perpajakan dan ilmu administrasi, sekaligus mengamati perkembangan sosial ekonomi di Inggris pada masa itu.
Pada tahun 1930, ketika negara Inggris berkembang menjadi negara industri, transportasi mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. Jalan kereta api mulai membentang dari Barat ke Timur dan dari Utara ke Selatan. Pada waktu itu, Rowland Hill memikirkan bagaimana mendapatkan pemasukan uang untuk kaskerajaan dari pajak pengiriman surat-surat. Bahkan pikiran dari pajak pengiriman surat-surat. Bahkan pikiran Rowland Hill juga diganggu dengan pemberian hak bagi anggota Majelis Rendah dan Majelis Tinggi dalam parlemen untuk dapat mengirim surat secara cuma-cuma tanpa batas selain itu sistem pembayaran biaya pengiriman surat oleh penerima juga banyak merugikan dinas pos. Hal tersebut dilihat oleh Rowland Hill sebagai suatu pemborosan dan sangat merugikan kas kerajaan.
Oleh karena itu, pada tahun 1837 Rowland Hill mengajukan usul kepada parlemen yang antara lain mengemukakan hal-hal sebagai berikut.
- Ongkos pengiriman surat harus diturunkan, dengan turunnya ongkos pengiriman surat, diharapkan terjadi peningkatan jumlah surat yang dikirim.
- Untuk lebih merangsang masyarakat agar saling berkirim surat, perlu ditetapkan tarif pos yang seragam dengan tidak memandang jarak tempuh surat tersebut.
- Untuk menghindari penyalahgunaan biaya pengiriman surat, biayanya harus dibayar dimuka dengan menempelkan secarik kertas tanda pelunasan yang saat ini kita kenal sebagai prangko.
Pemikiran ini awalnya mendapat tentangan dari Parlemen. Namun empat tahun kemudian tepatnya pada tahun 1840 usulan Rowland Hill diterima Parlemen. Dari sinilah kemudian lahir prangko, carik kertas kecil yang dipakai sebagai tanda pelunasan pengiriman surat.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Prangko
Penemuan Terbesar :Perangko pertama di dunia,The Penny Black,Perangko,PrangkoAir Terjun Srigethuk, Gunung Kidul
Posted by on Feb 28, 2012
Air terjun Srigethuk terletak di desa Bleberan, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Air terjun ini memiliki tiga air terjun yang berada dalam satu lokasi dan ketiga air terjun tersebut jatuh dari ketinggian 25 meter di bebatuan yang sama yang kemudian mengalir di Sungai Oya. Air terjun tersebut berasal dari tiga sumber mata air, yaitu Dong Poh, Ngandong, serta Bleberan. Selain ketiga air terjun utama, ada beberapa air terjun kecil — dalam bahasa Jawa disebut kriwikan — di lokasi tersebut.
Untuk menuju Air Terjun Srigethuk dari Yogyakarta, dapat dicapai melalui jalan Yogya-Wonosari. Sebelum sampai di Wonosari, tepatnya setelah lapangan udara Gunungkidul, Anda harus membelok ke kanan menuju ke Playen. Sampai di pertigaan pasar Playen, Anda kembali membelok ke kanan untuk menuju ke arah Desa Bleberan. Setelah itu akan ada penanda arah untuk menuju ke Srigethuk.
Perjalanan dari Yogyakarta hingga ke mulut Desa Bleberan sangat baik dan terdapat banyak penunjuk arah, namun setelah itu cukup buruk karena banyak bagian yang belum diaspal. Wisata Air Terjun Srigethuk di kelola oleh Desa Bleberan, sarana dasar seperti toilet dan warung makan sudah dipersiapkan.
Untuk menuju air terjun utama, Anda harus menuruni tangga batu menuju pinggir sungai Oya dan di perlukan waktu antara 5-10 menit. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan rakit dengan waktu sekitar 10 menit (biaya rakit Rp 5.000 perkepala untuk pulang pergi).
Anda dapat mengabadikan pemandangan selama diatas rakit menuju air terjun. Tebing bebatuan yang di hiasi lumut yang hijau beserta tanaman-tanaman lainnya.
Setelah turun dari rakit Anda harus menyeberangi batu-batu basah itu untuk mendekati air terjun. Rasakan sensasi mandi di bawah Srigethuk! Banyak wisatawan yang memanfaatkan waktu untuk mandi dan berenang di sungai sekitar air terjun. Hijaunya air di sini adalah karena lumut, bukan karena limbah, sehingga aman untuk mandi.
Harga Tiket Masuk
Orang Rp 2.000
Mobil Rp 3.000
Sumber :
http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/277-air-terjun-srigethuk-oase-di-gunungkidul
images.google.com
Tour :Air Terjun Srigethuk,Harga Tiket masuk SrigethukLobster Raksasa
Posted by on Feb 27, 2012
Seekor Lobster Raksasa tertangkap jaring nelayan pencari udang di lepas pantai Maine, Amerika Serikat. Lobster raksasa tersebut memiliki berat 27 pon atau 12 kilogram.
Robert Malone, nelayan, tidak memasak lobster tersebut, namun menyerahkanya ke Aquarium Negara di Boothbay Harbor. Direktur Aquarium, Aimee Hayden-Rodriques mengatakan, Malone menyerahkannya kepada Departemen Sumber Daya Kelautan untuk dilestarikan.
Lobster raksasa ini memiliki panjang 40 inci atau 101 cm. Karena ukuran dan lokasi tertangkapnya di Rockland, Lobster ini dijuluki Rocky, Menurut Hayden-Rodriquez, nama itu juga disamakan seperti petinju, karena capitnya yang cukup besar.
Hayden-Rodriquez mengatakan Rocky akan segera dilepas kembali ke laut karena alam liar lebih baik bagi lobster tersebut bila dibandingkan hidup di aqurium.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/12/02/24/lzvozo-lobster-raksasa-tertangkap-jaring-nelayan
Ajaib :Lobster Raksasa,Lobster Malone,Lobster Rocky