«
»


Warga Amerika kini enggan menikah

Posted by on Jun 30, 2010

Kaum muda-mudi amerika, terutama pihal perempuan kini semakin enggan menikah. Mereka merasa institusi perkawinan tidak lagi suci dan perlu, mengingat lebih dari 50% pernikahan di amerika berujung ke perceraian. Angka tersebut akan lebih meningkat pada pernikahan berikutnya dan selanjutnya. Padahal, setiap tahunnya biaya untuk pernikahan di amerika mencapai USD 62 Milyar atau 620 Trilyun. Jadi bisa dibilang 310 Trilyun terbuang sia-sia tiap tahunnya.

Pada generasi-generasi terdahulu, pernikahan bertujuan untuk meringankan beban perempuan, dan karena saat menikah beban keuangan akan diserahkan sepenuhnya kepada suami. Namun hal ini tidak lagi relevan, karena dengan adanya emansipasi wanita, banyak wanita yang kini bekerja bahkan dengan gaji melebihi para prianya, dan jumlah lulusan universitas di amerika kini didominasi oleh wanita.

Yang tak kalah mencengangkan adalah, 41% bayi yang lahir di amerika hari ini lahir diluar pernikahan. Hal tersebut sudah menjadi sangat umum di Amerika, karena trend hidup bersama sebelum menikah, dan maraknya sex bebas.

Mereka menyatakan, bukannya mereka tidak setuju dengan hubungan serius dan monogami, namun mereka merasa bahwa perkawinan hanya menambah beban, terutama bagi para wanitanya. Walaupun saat ini banyak suami yang ikut membantu pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak, namun tetap 2/3 perkerjaan dilakukan oleh istri. Survey menunjukkan bahwa hanya dengan menikah, wanita mendapat tambahan 7 jam pekerjaan seminggu untuk membereskan rumah.

Para ahli menyatakan, bahwa karena dalam rumah tangga, baik pihak istri dan suami saling terkekang, mereka berusaha untuk menahan diri dan mentoleransi perbuatan pasangannya, demi menyelamatkan pernikahan mereka. Namun hal itu akan meledak di satu titik, dan semakin membenci pasangannya. Berdasarkan survey di negara tersebut, 90% pasangan tidak lagi merasakan cinta terhadap pasangannya setelah 20 tahun menikah.

Apakah kini tidak menikah akan menjadi trend baru dan akankah ini menjalar ke Indonesia?

sumber : newsweek
www.familycourtchronicles.com

1 Comment »

perfusion@bluish.pipeline” rel=”nofollow”>.…

ñïñ!!…

July 30th, 2014 | 5:17 am