Legenda Sangkuriang Gunung Tangkuban Perahu
Posted by on Mar 21, 2011
Gunung Tangkuban Perahu terletak di propinsi Jawa Barat, Indonesia. Gunung ini memiliki legenda yang diceritakan secara turun temurun oleh rakyat sekitarnya. Berikut Legenda Gunung Tangkuban Perahu atau Legenda Sangkuriang tersebut.
Pada jaman dulu kala, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang puteri. Puteri tersebut sangat cantik, cerdas, namun manja, yang bernama Dayang Sumbi. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.
Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.
Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.
Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.
Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.
Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.
Sumber:
http://legendakita.wordpress.com/2007/10/08/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu/
images.google.com
Legenda :Gunung Tangkuban Perahu,Legenda SangkuriangLegenda Danau Toba
Posted by on Mar 17, 2011
Danau Toba yang terletak di daerah Sumatera Utara, Indonesia ini memiliki legenda tentang asal usul danau toba. Legenda danau toba ini di ceritakan dari generasi ke generasi dan berikut legendanya.
Di wilayah Sumatera hiduplah seorang pemuda yatim piatu yang sangat rajin bekerja. Setiap hari ia bekerja menggarap ladang dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Kegiatan ini dilakukannya setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya hidupnya.
Pada suatu hari, ia memancing dan mendapatkan ikan tangkapan yang aneh. Ikan itu besar dan sangat indah. Warnanya keemasan. Ia lalu melepas pancingnya dan memegangi ikan itu. Tetapi saat tersentuh tangannya, ikan itu berubah menjadi seorang putri yang cantik! Ternyata ia adalah ikan yang sedang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan. Telah disuratkan, jika ia tersentuh tangan, ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk apa yang menyentuhnya. Karena ia disentuh manusia, maka ia juga berubah menjadi manusia.
Pemuda itu lalu meminang putri ikan itu dan Putri ikan itu menganggukan kepalanya tanda bersedia dengan satu syarat. “Aku bersedia menjadi istri kakanda, asalkan kakanda mau menjaga rahasiaku bahwa aku berasal dari seekor ikan.”
“Baiklah, Adinda. Aku akan menjaga rahasia itu.” kata pemuda itu. Mereka akhirnya menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki. Namun ketika beranjak besar, si Anak ini selalu merasa lapar. Walapun sudah banyak makan-makanan yang masuk kemulutnya, ia tak pernah merasa kenyang.
Suatu hari, karena begitu laparnya, ia makan semua makanan yang ada di meja, termasuk jatah makan kedua orang tuanya. Sepulang dari ladang, bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan, marahlah hatinya. Karena lapar dan tak bisa menguasai diri, keluarlah kata-katanya yang kasar.
“Dasar anak keturunan ikan!” Ia tak menyadari, dengan ucapannya itu, berarti ia sudah membuka rahasia istrinya.
Seketika itu juga sang anak sambil menangis pergi menemui ibunya dan menanyakan apakah benar dirinya adalah anak keturunan ikan. Mendengar hal tersebut, sang ibu pun terkejut karena suaminya telah melanggar sumpah mereka terdahulu.
Setelah itu si ibu memutuskan untuk kembali ke alamnya. Lalu tiba tiba langit berubah gelap dan petir menyambar kemudian turunlah hujan dengan derasnya. Sang ayah menjadi sedih dan sangat menyesal atas perbuatannya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Ia tak pernah bisa bertemu kembali dengan istri dan anaknya yang disayanginya itu.
Di tanah bekas pijakan istri dan anaknya itu, tiba-tiba ada mata air menyembur. Airnya semakin lama semakin besar. Lama-lama menjadi danau. Danau inilah yang kemudian kita kenal sampai sekarang sebagai Danau Toba.
Sumber: http://anaxbaec.blogdetik.com/2009/08/30/legenda-asal-usul-danau-toba/
Legenda :Cerita Danau TobaLegenda Candi Prambanan
Posted by on Mar 14, 2011
Candi Prambanan yang terletak di Jl. Solo Km 16 , Prambanan Yogyakarta Timur/Sleman memiliki legenda yang di percaya masyarakat sekitar. Menceritakan tentang seorang putri bernama Loro Jonggrang atau Durga Mahisasuramardini dari Keraton Boko. Berikut Legenda Candi Prambanan:
Pada jaman dahulu kala di Pulau Jawa, khususnya di daerah Prambanan berdiri dua buah Kerajaan Hindu, yaitu Kerajaan Pengging dan Keraton Boko. Kerajaan Pengging adalah kerajaan subur dan makmur yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Moyo dan mempunyai seorang putra laki-laki yang bernama Bandung Bondowoso.
Sedangkan Keraton Boko berada di wilayah kekuasaan Kerajaan Pengging yang diperintah oleh seorang raja yang kejam dan suka makan daging manusia bernama Prabu Boko. Prabu Boko mempunyai seorang putri yang cantik jelita laksana bidadari bernama putri Loro Jonggrang dan seorang patih yang berwujud raksasa benama Patih Gupolo.
Prabu Boko ingin memberontak dan menguasai kerajaan Pengging, maka ia dan Patih Gupolo mengumpulkan kekuatan untuk melaksanakan ambisinya itu. Setelah persiapannya, maka berangkatlah Prabu Boko dan prajuritnya menuju ke Kerajaan Pengging untuk memberontak. Kemudian terjadilah perang di Kerajaan Pengging antara prajurit Pengging dan prajurit Kraton Boko. Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak dan rakyat Pengging menjadi menderita karena perang. Mengetahui rakyatnya menderita dan sudah banyak korban prajurit meninggal, maka Prabu Damar Moyo mengutus anaknya Raden Bandung Bondowoso maju perang melawan Prabu Boko dan terjadilah perang sangat sengit antara Raden bandung Bondowoso melawan Prabu Boko, yang berakhir dengan kematian Prabu Boko.
Melihat rajanya tewas maka Patih Gupolo melarikan diri, yang kemudian di kejar Raden Bandung sampai ke Keraton Boko. Setelah sampai di Keraton Boko, Patih Gupolo melaporkan pada putri Loro Jonggrang bahwa ayahandanya telah tewas di meda perang, dibunuh kesatria Pengging yang bemama Raden Bandung Bondowoso. Maka berdukalah Putri Loro Jonggrang, sedih ayahnya telah tewas di medan perang.
Pada saat Raden Bandung Bondowoso di Keraton Boko, ia terkejut melihat kecantikan putri Loro Jonggrang dan ingin mempersunting Loro Jonggrang sebagai istrinya. Karena Raden Bondowoso telah membunuh ayahnya, Putri Loro Jonggrang memikirkan siasat untuk menolak pinangannya itu, dan dia mengajukan dua buah permintaan kepada Raden Bondowoso. Pertama Putri Loro Jonggrang ingin dibuatkan 1000 candi dalam satu malam dan yang kedua Putri Loro Jonggrang ingin dibuatkan sebuah sumur.
Bandung Bondowoso menyanggupi kedua permintaan sang putri, dan segera ia membuat sumur Jala Tunda dan setelah jadi ia memanggil putri Loro Jonggrang untuk melihat sumur tersebut. Kemudian putri Loro Jonggrang menyuruh Raden Bandung Bondowoso untuk masuk ke dalam sumur. Dan setelah Raden Bandung sampai di bawah, putri memerintah Patih Gupolo menimbun sumur dengan batu. Putri Loro Jonggrang dan Patih Gupolo menganggap Raden Bandung telah mati di dalam sumur akibat tertimbun batu. Akan tetapi di dalam sumur ternyata Raden Bandung belum mati dan ia bersemedi untuk dapat keluar dari sumur tersebut.
Setelah keluar dari sumur, Raden Bandung Bondowoso kembali menemui putri Loro Jonggrang dengan marah besar karena telah menimbunnya di dalam sumur, tetapi karena kecantikan putri Loro Jonggrang kemarahan Raden Bandung menjadi mereda. Kemudian putri Loro Jonggrang menagih janji permintaan yang kedua kepada Bandung Bondowoso untuk membuatkan 1000 candi dalam satu malam. Maka segeralah Raden Bandung memerintahkan para jin untuk membuat 1000 candi, akan tetapi di lain pihak putri Loro Jonggrang ingin mengagalkan usaha Bandung membuat candi. la memerintahkan para gadis disekitar Prambanan untuk menumbuk padi dan membakar jerami supaya kelihatan terang untuk pertanda pagi sudah tiba dan ayam pun berkokok bergantian.
Mendengar ayam berkokok dan orang menumbuk padi serta ditimur kelihatan terang maka para jin berhenti membuat candi. Para jin melaporkan pada Raden Bandung Bondowoso bahwa jin tidak bisa meneruskan membuat candi yang kurang satu karena pagi sudah tiba. Akan tetapi menurut firasat Raden Bandung, pagi hari belumlah tiba.
Maka dipanggilah putri Loro Jonggrang untuk disuruh menghitung jumlah candi yang telah dibuat dan ternyata jumlahnya baru 999 candi, kurang satu candi lagi. Maka putri Loro Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung. Karena merasa ditipu dan dipermainkan, Raden Bandung murka sekali dan mengutuk putri Loro Jonggrang “Hai Loro Jonggrang 1000 candi kurang satu dan genapnya seribu candi dan engkaulah orangnya”. Dan segera putri Loro Jonggrang berubah ujud menjadi arca patung batu. Dan sampai sekarang arca patung Loro Jonggrang masih ada di Candi Prambanan dan Raden Bandung Bondowoso mengutuk para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (perawan tua), karena telah membantu putri Loro Jonggrang.
Mitos yang berkembang kemudian, pasangan muda yang menjalin asmara bermain di Candi Sewu/Candi Roro Jonggrang maka cintanya bakal berakhir atau putus cinta.
Kisah legenda tersebut secara lengkap dapat dilihat di gedung Museum yang berada di dalam lokasi Candi Prambanan. Selain memiliki ruang Audio Visual yang memutarkan film selama 15 menit tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasi dan purna pugarnya secara lengkap, Museum ini juga memamerkan koleksi benda-benda arkeologi serta perhiasan-perhiasan peninggalan raja Mataram kuno yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten.
Sumber: http://prambanan.multiply.com/reviews/item/36
Legenda :Loro Jonggrang,Keraton Boko,Bandung Bondowoso,1000 candi