Biaya Sistem Finger Print DPR versi Gonjang Ganjing

Posted by on Jan 17, 2012

Dikarenakan banyak anggota dpr yang bolos maka diputuskan untuk memasang alat finger print di gedung paripurna yang nilainya sampai 3.7 miliar, menurut pengurus DPR, biaya softwarenya lah yang mahal dan beserta cctv. Menurut gonjang ganjing, yang di kantornya juga banyak menggunakan mesin sidik jari, nilai ini sangat tidak wajar. Berapakah nilai yang wajar menurut gonjang ganjing?

Nilai kontrak : 3.7 Miliar
Nilai wajar menurut gonjang ganjing: 100 Jt

Penjelasan :
Harga 1 mesin finger print = 1,600,000.00 sudah memiliki kapasitas user 20.000 sidikjari saya rasa dengan jumlah anggota dpr yang 560 orang (masing masing 10 jari) , mesin dengan kapasitas 20000 sidik jari sudah lebih dari memadai, dan di kantor rekan kami juga melayani 500 orang mesin dapat berjalan dengan baik.

Mengingat jumlah kebutuhan 16 buah, maka nilai pembelian barang adalah nilai finger print = 16 x 1.6 jt = 25.6 juta. Pada dasarnya waktu kita membeli software tersebut sudah include didalamnya software. Kalaupun memang perlu dibuatkan software sederhana seperti daftar kehadiran, saya rasa dapat dibuat dengan mudah menggunakan VB atau MS Access, yang tidak terlalu susah. Nilai wajar untuk pembuatan software seperti itu menurut kami adalah sekitar 50 juta. Untuk kebutuhan kantor gonjang ganjing, kami sendiri memodifikasi juga program absensi bawaan kami hanya dengan menggunakan MS access sudah dapat memberikan laporan yang cukup baik.

Biaya lain-lain 24 jt, Sebenarnya biaya ini tidak dibutuhkan, tapi sekedar saya taruh disini untuk biaya installasi, perawatan dan lain lain bila dibutuhkan. Jadi total biaya yang dibutuhkan menurut versi gonjang ganjing.com = 100 Jt



Dibui Seumur Hidup Gara-Gara Tak Bayar Tol

Posted by on Jan 19, 2011

Pernahkah Anda tak membayar biaya jalan tol? Jika ya, mungkin kasus ini bisa menjadi bahan pertimbangan Anda. Seorang petani bernama Shi Jianfeng yang tinggal di Provinsi Henan daerah Beijing, China, pekan lalu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena dinilai menghindar dari biaya jalan tol senilai 3,68 juta yuan atau sekitar Rp 5,05 miliar. Pelat nomor mobil militer palsu yang dipasang di dua truk pengangkut pasir miliknya telah dipakai menghindar dari pungutan biaya jalan tol tak kurang dari 2.300 kali.

Di China, mobil-mobil militer memang dikecualikan dari pungutan jalan tol. Putusan hukuman seumur hidup kepada petani ini menimbulkan reaksi publik yang luar biasa. Bahkan, seorang hakim dan dua anggota majelis hakim pengadilan yang mengadili kasus Shi Jianfeng malah dicopot dari jabatan.

Apa pasal? Mereka dinilai tak cermat menangani perkara, sudah keburu memvonis, padahal kurang bukti. Ternyata, suatu ketika adik terpidana, Shi Junfeng, menyerahkan diri kepada polisi, mengaku bahwa sebenarnya kakaknya tak bersalah. Si kakak mengambil alih kesalahan yang dilakukan adiknya. Shi juga mengaku menyuap petugas pengadilan.

Sumber: id.news.yahoo.com

Konspirasi :Dibui Seumur Hidup,Gara-gara Tak Bayar Tol,Shi Jianfeng Beijing

Batal Nikah Gara-Gara Twitter

Posted by on Dec 21, 2010

Gara-gara sembarang ‘berkicau’ di media sosial, seperti halnya Twitter. Bisa jadi, hal tersebut menghancurkan acara penting dalam hidup Anda. Seperti yang dialami calon pengantin asal Cina, Cheng Jianping.

Pasangan Cheng dan tunangannya Hua Chuncui yang berprofesi sebagai aktivis hak azasi manusia dijemput paksa tentara China akibat bersahut-sahutan soal politik di Twitter.

Kejadian bermula saat tunangan Cheng, Hua Chunhui, mengeposkan sebuah tweet berbunyi: “Demonstrasi anti-Jepang, memboikot produk Jepang, semuanya sudah dilakukan bertahun-tahun lalu….”

Pesan sarkastik tersebut ditujukan bagi partai Nasionalis Cina yang memboikot produk Jepang karena sengketa antara kedua negara memperebutkan pulau Diaoyu/Senkaku di Timur Laut Cina.

Cheng pun membalas ‘kicauan’ sang kekasih, “Gugat wahai pemuda yang marah!!”. Akibat postingan mereka, Cheng dan Hua menghilang pada malam pernikahan mereka, 27 Oktober lalu. Ternyata, lima hari kemudian, Hua dibebaskan dari penjara, tapi Cheng dihukum kerja paksa di Sungai Shibali di kota Zhengzhou.

Akibat kejadian tersebut, pasangan aktivis ini pun harus rela menunggu selama setahun untuk mengikrarkan niat suci mereka. Di Cina, media sosial, seperti Twitter termasuk terlarang.

Sumber: VIVAnews.com

Konspirasi :Batal Nikah Gara-Gara Twitter,Twitter,Gara-Gara Twitter