Elang Bondol, Maskot Jakarta
Posted by on Apr 24, 2012
Elang Bondol merupakan Maskotnya Ibukota Jakarta. Elang yang memiliki nama ilmiah Haliastur Indus ini memiliki warna putih dan coklat pirang dengan ukuran sekitar 45cm.
Pada Elang Bondol remaja, seluruh tubuhnya berwarna kecoklatan dengan coretan pada dada kemudian berubah warna putih keabu-abuan pada tahun kedua, dan mencapai bulu dewasa sepenuhnya pada tahun ketiga. Ujung ekornya bundar, iris coklat, paruh dan sera abu-abu kehijauan, kaki dan tungkai kuning suram.
Makanan Elang Bondol adalah hampir semua binatang, baik itu hidup atau mati. Di perairan, makanannya berupa kepiting, dan di daratan memakan anak ayam, serangga, dan mamalia kecil.
Elang Bondol berkembang biak pada bulan Januari-Agustus dan Mei-Juli. Elang ini memiliki sarang berukuran besar yang terbuat dari ranting pada puncak pohon.
Telur berwarna putih, sedikit berbintik merah dengan jumlah 1-4 butir. Telur akan menetas setelah di erami selama 28-35 hari, anak burung ini akan meninggalkan sarang setelah berumur 40-56 hari dan menjadi dewasa setelah 2 bulan kemudian.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Elang_Bondol
images.google.com
Flora dan Fauna :Maskot Jakarta,Elang BondolBunglon Terkecil di Dunia, Brookesia Micra
Posted by on Apr 4, 2012
Bunglon terkecil di dunia di temukan oleh sekelompok ilmuwan di Madagaskar.
Bunglon yang di beri nama Brookesia micra ini memiliki panjang puncak hidung sampai anus sekitar 16 milimeter, sementara panjang rata-rata dari puncak hidung ke ujung ekor sekitar 30 milimeter.
Peneliti memperkirakan binatang ini bisa mencapai ukuran sekarang sebagai kasus ekstrem pengecilan ukuran tubuh–disebut miniaturisasi–yang terjadi di habitatnya.
Untuk menemukannya, para ilmuwan harus menembus kawasan hutan di malam hari, karena pada malam hari binatang ini akan memanjat pohon untuk tidur.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/02/15/072384221/Bunglon-Terkecil-Dunia-Ada-di-Madagaskar
Flora dan Fauna :Bunglon Terkecil di Dunia,Brookesia MicraUndur-Undur
Posted by on Mar 20, 2012
Undur-undur merupakan jenis serangga dari kelompok famili Myrmeleontidae. Disebut undur-undur karena larvanya yang berjalan mundur sambil menggali sarang jebakan di tanah berpasir.
Diperkirakan terdapat sekitar 2.000 spesies undur-undur yang tersebar di seluruh dunia, terutama di wilayah bersuhu hangat dan berpasir.
Undur-undur memiliki ukuran yang bervariasi, ukuran terbesar di dunia diketahui berasal dari genus Palpares yang hidup di Afrika dengan rentang sayapnya mencapai 16 cm. Sedangkan spesies yang terkecil berasal dari wilayah Arabia dengan rentang sayapnya hanya sekitar 2 cm. Mayoritas undur-undur sendiri umumnya berukuran antara 4-10 cm.
Undur-undur mengalami metamorfosis sempurna: telur, larva, kepompong, dan dewasa. Perkembangan undur-undur dimulai ketika betina meletakkan telurnya di dalam tanah berpasir dengan cara mengetuk-ngetuk abdomennya ke dalam tanah dan mengeluarkan telur-telurnya di sana.
Sekali bertelur, undur-undur betina bisa mengeluarkan hingga 20 butir telur yang kemudian akan menetas menjadi larva yang bertubuh gempal, pipih, berkaki enam, dan memiliki sepasang taring panjang di kepalanya.
Fase selanjutnya dalam pertumbuhan undur-undur adalah fase kepompong atau pupa. Kepompong mereka berupa kumpulan butiran pasir di sekitarnya yang disatukan dengan sutra dari kelenjar di abdomennya. Kepompong ini biasanya terkubur hingga beberapa sentimeter di dalam tanah. Pada fase kepompong terjadi perubahan bentuk di dalamnya dan setelah sekitar satu bulan, undur-undur dewasa akan keluar dan mulai menunggu sayapnya kering sebelum bisa terbang untuk mencari pasangan. Undur-undur dewasa rata-rata berusia antara 20-25 hari, sementara sebagian dari mereka juga diketahui bisa hidup hingga usia 45 hari.
Undur-undur dewasa jarang terlihat di alam liar karena ia baru aktif keluar di sore hari dan bisa terlihat menggerombol di malam hari saat sedang mencari pasangan kawin. Mereka juga kadang-kadang dianggap sebagai gangguan bagi manusia karena jika hinggap pada seseorang, mereka bisa memberikan gigitan yang cukup menyakitkan walaupun tidak sampai membahayakan.
Larva undur-undur terkenal sebagai pemangsa yang ganas karena ia memakan hampir segala jenis Arthropoda kecil, terutama semut. Ia berburu secara pasif dengan cara membuat sarang jebakan berbentuk corong, lalu bersembunyi di tengahnya sambil menunggu ada mangsa yang terperosok masuk.
Bila ada mangsa terjebak masuk ke dalam perangkapnya namun masih bisa bergerak naik, larva undur-undur akan melempari mangsanya dengan butiran pasir agar tergelincir. Larva undur-undur mengetahui kehadiran korbannya dengan cara merasakan getaran dari gerakan korbannya. Larva undur-undur juga memiliki sepasang rahang tajam dan di ujungnya terdapat lubang untuk menyuntikkan racun ke dalam tubuh mangsanya untuk membunuhnya, lalu mulai menghisap cairan tubuhnya.
Makanan undur-undur dewasa lebih bervariasi. Sebagian spesies hidup dengan memakan nektar dari bunga, sementara beberapa spesies lainnya hidup dengan memakan Arthropoda kecil seperti halnya larva undur-undur.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Undur-undur
Flora dan Fauna :undur-undur dewasa,sarang undur-undur,larva undur-undur