Benua Australia, Benua Terkecil di Dunia

Posted by on May 6, 2011

Peta Benua AustraliaBenua Australia merupakan benua terkecil di dunia dengan luas wilayah Australia adalah 7.682.300 km2. Lebar wilayah tersebut kira-kira 3200 km dari pantai timur ke barat dan panjangnya 3700 km dari Tanjung York di pantai utara sampai Tanjung Tenggara di Tasmania.

Benua Australia terletak di belahan bumi bagian selatan antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, membentang dari garis lintang 10o 41′LS sampai garis lintang 43o 39′LS dan dari garis bujur 113o 09′BT sampai 153o 39′BT.

Di Benua Australia hanya terdapat satu negara yaitu Australia dan negara Australia merupakan negara terbesar keenam di dunia dari segi luasnya, setelah Rusia, Kanada, Cina, Amerika Serikat, dan Brasil.

Negara Australia dibagi menjadi enam negara bagian dan dua wilayah dengan Ratu Elizabeth II adalah Ratu Australia dan diwakili oleh seorang Gubernur Jenderal dan enam Gubernur negara bagian. Pada tingkat nasional, Australia diatur melalui suatu parlemen nasional yang kekuasaannya ditetapkan oleh suatu undang-undang. Undang-undang tersebut mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 1901, yakni ketika negara-negara bagian di Australia bersatu membentuk Negara Persemakmuran Australia.

Negara Bagian atau Daerah Ibu Kota km 2
New South Wales (NSW) Sydney 801.600
Victoria (VIC) Melbourne 227.600
Queensland (QLD) Brisbane 1.727.200
Australia Barat (WA) Perth 2.525.500
Australia Selatan (SA) Adelaide 984.000
Tasmania (TAS) Hobart 67.800
Wilayah Australia Utara (NT) Darwin 1.346.200
Wilayah Ibukota Australia (ACT) Canberra 2.400

KoalaMeskipun sebagian besar Australia tidak begitu subur atau bahkan berupa gurun, Australia memiliki aneka ragam habitat dari mulai padang rumput beriklim alpen hingga ke hutan hujan tropika, dan diakui sebagai negara megadiversitas. Karena umur benua yang tua, pola cuaca yang sangat variatif, dan keterpencilan geografis, sebagian besar biota Australia adalah unik dan beraneka ragam. Kira-kira 85% tumbuhan berbunga, 84% mamalia, lebih daripada 45% burung, dan 89% di dekat pantai, ikan zona iklim sedang endemik. Australia memiliki sejumlah besar reptil negara lain, sebanyak 755 spesies.

Hutan-hutan di Australia sebagian besarnya memiliki spesies yang selalu hijau, khususnya pohon eukaliptus di kawasan yang kurang subur, akasia menggantikan mereka di kawasan yang lebih kering dan gurun sebagai spesies yang paling dominan. Di antara fauna Australia adalah monotremata (platipus dan ekidna); sejumlah marsupialia, termasuk kanguru, koala, dan wombat, dan burung seperti emu dan kookaburra.Australia adalah rumah bagi banyak binatang yang berbahaya termasuk beberapa ular yang paling mematikan di dunia.

Sumber:

http://www.dfat.gov.au/aii/publications/pengantar/index.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Australia

Fenomena Alam :Benua Australia,Benua Terkecil di Dunia,Koala,Peta Benua Australia,Peta Australia

Benua Asia, Benua Terbesar di Dunia

Posted by on Apr 5, 2011

Peta Benua AsiaBenua Asia merupakan benua terbesar dan berpopulasi terpadat di dunia di bandingkan dengan benua lainnya, memiliki wilayah yang mencakup 8,6% permukaan Bumi dan meliputi 50 negara. Sekitar 60% populasi dunia tinggal di Asia.

Benua Asia dan Benua Eropa terhubung lewat darat dan keduanya membentuk suatu benua raksasa yang disebut sebagai Eurasia. Batas antara Asia dan Eropa sangat kabur sehingga beberapa negara seperti Turki kadang-kadang dapat dimasukkan ke Asia maupun ke Eropa. Beberapa bentang alam yang sering dipakai untuk memisahkan kedua benua tersebut adalah Dardanella, Laut Marmara, Selat Bosporus, Laut Hitam, Pegunungan Kaukasus, Laut Kaspia, Sungai Ural (atau Sungai Emba), dan Pegunungan Ural hingga Novaya Zemlya. Selain itu, Benua Asia dan Afrika juga memiliki perbatasan darat yang bertemu di sekitar Terusan Suez.

Benua Asia terbagi ke dalam 5 wilayah, berikut pembagian wilayahnya dan negara-negara yang termasuk didalamnya:

Asia Tengah

  • Uzbekistan, Tajikistan, Turkimenistan, Kirgiztan, Kazakstan, Armenia,Russia, Azerbaijan.

Asia Timur

  • Kepulauan Samudra Pasifik Taiwan dan Jepang.
  • Korea Utara dan Korea Selatan di Semenanjung Korea.
  • Republik Rakyat Cina.

Asia Tenggara

  • Di daratan Asia Tenggara: Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam.
  • Di Kepulauan Asia Tenggara: Malaysia, Filipina, Singapura, Indonesia, Brunei dan Timor-Leste.

Malaysia dibagi menjadi dua bagian oleh Laut China Selatan, dan daratan, daratan pertama di Semenanjung Malaka, dan yang kedua ada di Borneo. Dengan ini mempunyai bagian daratan dan bagian kepulauan

Nama dua kepulauan Malaysia:

  • Kepulauan Malaysia Timur terdapat pada Pulau Kalimantan. Terdiri dari dua negara bagian Sabah dan Serawak.
  • Kepulauan Malaysia Barat terdapat pada sebelah selatan Thailand.

Asia Selatan

  • Negara-negara Himalaya: India, Pakistan, Nepal, Bhutan dan Bangladesh
  • Negara-negara Samudera Hindia: Sri Lanka dan Maladewa.
  • Julukan untuk negara India adalah : Anak benua Asia, Asia muka.

Asia Barat
Asia Barat sering dipanggil dengan nama Timur Tengah meski istilah ini juga kadang digunakan untuk merujuk kepada negara-negara di Afrika Utara. Asia Barat dapat dibagi lagi kepada:

  • Negara pulau Siprus di Laut Tengah.
  • Levant atau Timur Dekat, yang termasuk Suriah, Yordania, Lebanon dan Irak.
  • Jazirah Arab, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Oman, Yaman dan kadang juga Kuwait.
  • Daerah Kaukasus, termasuk Azerbaijan dan Armenia.
  • Hamparan Iran, yang terdiri dari Iran dan bagian negara-negara lain.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Asia

Fenomena Alam :Benua Asia,Benua Terbesar di Dunia,Benua Terpadat di Dunia,Benua Terbesar,Benua Terpadat,Asia

Gunung Krakatau

Posted by on Mar 28, 2011

Gambar Gunung KrakatauGunung Krakatau terletak di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Gunung Krakatau terbentuk dari penggabungan Gunung Rakata, Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan di pulau rakata yang merupakan satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba yang meletus.

Catatan mengenai letusan Gunung Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:

    “ Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula…. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera ”

Pakar geologi Berend George Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.

Peta Gunung KrakatauAkibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Gunung Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.

Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.

Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 dan menghasilkan lava andesitik asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal bakal terjadinya letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20.

Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Anak Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.

Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.

Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.

Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.

Gambar Anak KrakatauSekitar 40 tahun meletusnya Gunung Krakatau atau pada tahun 1927, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Menurut Simon Winchester, sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan Krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Jawa dan Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi kembali. Tak ada yang tahu pasti kapan Anak Krakatau akan meletus. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan ini akan terjadi antara 2015-2083. Namun pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Krakatau

images.google.com

Fenomena Alam :Anak Krakatau,Gunung Krakatau Purba,Letusan Gunung Krakatau