Asal Mula Glodok

Posted by on Jul 14, 2010

Nama Glodok berasal dari kata grojok, yaitu bunyi kucuran air dari pancuran. Nama ini muncul karena pada jaman dulu di kawasan ini terdapat semacam waduk penampungan air dari
kali Ciliwung. Kata grojok kemudian berubah menjadi glodok karena penduduk di sana yang mayoritas keturunan Tionghoa menyebut grojok menjadi Glodok, menyesuaikan dengan lidahnya.

Glodok Tempoe Doloe




Glodok Sekarang


Velociraptor ternyata berbulu

Posted by on Jun 23, 2010

Penggemar film Jurassic Park pasti tak asing dengan nama Velociraptor. Di film tersebut digambarkan sebagai dinasaurus yang termasuk kecil (dibanding Tyrannosaurus), tapi sangat ganas dan kulitnya tampak tebal seperti kulit badak.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jurrasic Park salah menggambarkan Velociraptor. Velociraptor ternyata berbulu seperti layaknya seekor burung. Memang beberapa penelitian sebelumnya banyak menunjukkan bahwa burung adalah hasil evolusi dari dinosaurus.

Ilmuwan memang sudah menduga bahwa dinosaurus berbulu, sejak penemuan fosil di cina yang menunjukkan tanda-tanda adanya bulu pada dinosaurus kecil. Namun ditemukannya “quill knobs” atau tanda pada tulang tempat tumbuhnya bulu, meyakinkan ilmuwan bahwa velocilaptor itu memang berbulu. Quill knobs itu ditemukan pada tulang tangan yang ditemukan di mongolia pada tahun 1998.

Alan turner, pemimpin penelitian dari American Museum of Natural History mengatakan “Tanpa quill Knobs tidak berarti bahwa dinosaurus tidak mempunyai bulu, namun setelah menemukan quill knobs di velocilaptor, meyakinkan saya bahwa velociraptor pasti memiliki bulu. Kami sudah menyangka ini sejak lama, tapi belum nememukan bukti sebelumnya.

Karena memiliki tungkai tangan yang pendek bila dibandingkan dengan burung modern, mungkin velociraptor tidak bisa terbang. Namun tim peneliti menduga bahwa bulu tersebut mungkin berguna untuk menarik perhatian lawan jenis, melindungi sarang untuk menjaga suhunya atau bisa juga untuk memanuver saat berlari.

sumber: http://www.sciencedaily.com/releases/2007/09/070920145402.htm


Asal Mula Kawah Putih

Posted by on Jun 21, 2010

Asal Mula Kawah Putih sebenarnya tercipta dari letusan Gunung Patuha sekitar abad 10 dan 12 Sebelum Masehi. Gunung patuha memiliki ketinggian 2386 meter dari permukaan laut. Gunung ini diyakini penduduk setempat sebagai sesuatu yang mengandung mitologi dan angker karena banyak burung mati seketika, ketika melewati kawah ini.

Tetapi Mitologi ini terbantah pada tahun 1873, ketika seorang ilmuwan Belanda Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun, menerobos gunung tersebut untuk melakukan penelitian. Dari hasil penelitian tersebut dia menemukan bahwa keangkeran tersebut tidak lain disebabkan oleh adanya semburan lava belerang yang berbau sangat menyengat.

Permukaan kawah umumnya berbatu dan berpasir warna putih, sehingga kawah ini kemudian dikenal sebagai kawah putih. Beberapa peneliti mengatakan bahwa gunung patuha masih aktif, sehingga ditemukan beberapa pancaran kawah yang masih bergejolak. Didekat tempat ini pula ditemukan sebuah goa sedalam 5 meter yang pernah dipakai sebagai tambang belerang.

Pada tahun 1987, PT Perhutani mengembangkan kawasan kawah putih ini menjadi sebuah objek wisata di Jawa Barat.