Wow… Melahirkan di saat koma
Posted by on Feb 8, 2011
Seorang bayi mungil lahir pada 18 November 2009. Bayi mungil ini lahir dari seorang Ibu bernama Valerie Leah, 35 tahun, yang berada pada kondisi koma akibat virus flu babi H1N1.
Kisah Valerie bermula pada awal November 2009, saat wabah virus H1N1 menyerang seluruh anggota keluarganya. Ibu tiga anak ini adalah yang paling terakhir tertular, namun kondisinya paling buruk. Ia mengalami sesak nafas akut sehingga harus menjalani perawatan medis.
Kondisi Valerie melemah sesampainya di rumah sakit. Tim dokter hanya bisa menawarkan satu metode pengobatan untuk menyelamatkan nyawanya. “Mereka meminta izin keluarga saya untuk membuat saya koma selama beberapa waktu hingga kondisi membaik,” ujarnya.
Selama sekitar dua minggu Valerie, yang tengah hamil 26 minggu ini, menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma. Kondisinya terus melemah. Atas restu keluarga, dokter akhirnya memutuskan melakukan bedah caesar untuk mengeluarkan janin di kandungan Valerie.
Melakukan bedah caesar pada pasien koma berisiko tinggi pada kematian ibu dan anak. Tapi risiko itu diambil demi kesembuhan Valerie. Sebab, adanya janin di dalam kandungan membuat dokter tak bisa melakukan tindakan medis secara maksimal.
Setiap hari, Simon menceritakan perkembangan bayinya kepada Valerie yang masih terbaring koma. Ia menamai bayi itu Oliver, namun tak mempublikasikannya hingga Valerie sadar. Ia ingin nama itu disetujui istrinya. “Jadi selama di rumah sakit orang hanya memanggil bayi itu dengan sebutan baby,” ujarnya.
Usai melahirkan, Valerie kembali melanjutkan perawatan. Diiringi cinta dan dukungan sang suami yang tak putus, ia menjadi lebih responsif terhadap obat dan aneka terapi medis. Alhasil, 12 hari usai melahirkan (1 Desember 2009), Valerie terbangun dari tidur panjangnya dan segera memeluk Oliver.
Sumber: VIVAnews.com
Ajaib :Melahirkan saat koma,Valerie Melahirkan saat komaTanaman-Tanaman Unik di Dunia
Posted by on Feb 7, 2011
Tanaman Onyanga
Tanaman Onyanga berasal dari Namibia. Tanaman ini umurnya bisa mencapai 400 sampai 15 abad. Tanaman Onyanga hanya punya dua daun, satu batang dan sistem akar, cuman itu aja! Tapi dua daun ini terus tumbuh sampai akhirnya mirip Alien.
Batang Onyanga makin lama akan semakin tebal, tapi tidak meninggi. Tinggi maksimum tanaman Onyanga hanya 2 meter saja tapi lebarnya dapat mencapai 8 meter dan bisa hidup terus tanpa hujan selama 5 tahun lamanya. Onyanga memiliki arti Bawang Padang Pasir dan tanaman ini dapat dimakan mentah maupun dimasak dalam bara.
Tanaman Karnivora
Tanaman ini di sebut tanaman karnivora karena tanaman ini memangsa hewan-hewan atau serangga kecil yang datang.
Pasangan “Daun” yang menjadi ciri khas tanaman ini adalah perangkap yang memiliki rambut yang ultra sensitif, dapat merasakan adanya hewan atau serangga kecil yang datang. Begitu rambut di daun ini tersentuh, maka daun akan menutup dan memerangkap hewan apapun yang mendekatinya.
Tanaman Rafflesia
Tanaman Rafflesia ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold tahun 1818, dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu.
Ukuran Rafflesia bisa mencapai 1 meter, tinggi 50 dan beratnya sendiri bisa mencapai 8 kg sampai 12 kg. Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.
Tanaman Bunga baseball
Tanaman Bunga Baseball merupakan tanaman endemik dari daerah Great Karoo, Afrika Selatan. Bentuk tanaman ini lucu, seperti bola baseball sehingga banyak di koleksi oleh penggemar tanaman.
Pemerintah Afrika Selatan melindungi tanaman ini, karena pupulasinya rusak akibat di koleksi oleh penggemar tanaman.
Pohon Botol
Pohon Botol atau Baobab Grandidier (Adansonia grandidieri) merupakan tanaman asli dari daerah Madagaskar, Afrika dan Australia. Nama Baobab Grandidier di ambil dari nama seorang ahli botani (ahli tumbuh-tumbuhan), Alfred Grandidieri (tahun 1836 – 1921).
Pohon Botol dapat menyimpan air di dalam batang pohonnya sampai 120.000 liter untuk menghadapi kekeringan. Tingginya antara 5 sampai 50 meter dan diameter batang pohonnya antara 7 sampai 11 meter.
Pohon Darah Naga
Pohon Darah Naga atau Pohon Naga Socotra berasal dari kepulauan Socotra, Yaman. Bentuk pohon ini sangat unik, menyerupai payung atau jamur. Nama Darah Naga di ambil dari getah pohon yang berwarna merah.
Pohon Darah Naga ditemukan oleh Profesor Issac Bayley Balfour pada tahun 1880. Pohon ini tumbuh di daerah yang kering dan hidupnya dapat mencapai lebih dari 300 tahun.
Bunga Jericho
Bunga Jericho merupakan tanaman gurun pasir yang sanggup bertahan di musim kemarau. Tanaman ini banyak ditemui di gurun Chihuahua.
Pada saat musin kering, batang bunga Jericho akan mengkerut dan menggulung seperti bola. Dan begitu ada air, batang tadi akan melepaskan diri dari gulungannya. Sungguh unik bukan?
Sumber: kaskus.us
Lobster Dua Warna, Amerika Serikat
Posted by on Jan 28, 2011
Seekor Lobster dua warna tanpa sengaja di tangkap oleh seorang nelayan asal Maine, Amerika Serikat yang bernama Alan Robinson pada tahun 2006. “Aku sebelumnya mengira bahwa seseorang sedang mengerjaiku !!”, kata Robinson.
Wajar saja dia mengira begitu, karena lobster dua warna ini tampak seolah-olah “setengah matang”. Lihat saja perbedaan warna pada kedua sisinya. Sisi yang satu berwarna biru tua, seperti umumnya warna lobster. Sedangkan sisi yang lain tampak berwarna oranye, seperti warna lobster habis dimasak…!!!
Petugas dari Mount Desert Oceanarium, tempat dimana Alan Robinson menyumbangkan lobster tangkapannya ini, menyatakan bahwa lobster unik ini hanya ada satu dari 50-100 juta kemungkinan
Tetapi dua tahun kemudian, tepatnya pada 2008, lobster dua warna unik dan langka ini juga ditemukan oleh Edward Pothier dari Digby County, Kanada. Lokasi keduanya memang berdekatan, di perbatasan Kanada dengan Amerika Serikat.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2572079